Sabtu, 28 Januari 2006

KEHIDUPAN

Hidup adalah perjalanan yang sangat panjang, banyak membutuhkan perjuangan agar tetap dapat bertahan. Sehingga banyak orang beranggapan hidup itu kejam. terlalu banyak membuat luka dan penyesalan. Tidak sedikit orang ingin mengakhiri hidupnya karena sudah tidak mampu lagi untuk bertahan dari cobaan – cobaan dan penderitaan yang terjadi dalam kehidupan.

Cobaan – cobaan yang datang merupakan hiasan dalam kehidupan dan meninggalkan kenangan, ada orang yang menganggap kenangan indah ada pula yang menganggap kenangan buruk.

Pendapat orang tentang kehidupan berbeda – beda, mereka menilai kehidupan lewat kacamata dia sendiri tapi tidak melihat dari orang lain. Dia tidak mengetahui kehidupan lain dibalik dari kehidupan dia. Kehidupan itu beragam dan tidak berjalan secara monoton, tiap saat dapat berubah dan tiap waktu akan berubah seiring dengan berputarnya roda dunia. Hari ini kita bisa telihat hebat tapi besok mungkin kita hanyalah setetes air di danau yang luas.
Setiap orang memiliki sebuah kehidupan yang dimulai dari tangisan dan berakhir dengan kematian, beragam tapi mempunyai maksud dan tujuan yang sama. Orang mempetanyakan sebenarnya arti krhidupan itu apa? Mereka melalui kehidupan dengan begitu saja tanpa mengetahui arti dari kehidupan itu, yang mereka tahu hanyalah kesenangan dunia yang hanya tuk sementara. Apakah mereka tahu setelah kehidupan ini ada kehidupan yang abadi dimana waktu telah berhenti untuk selamanya? Apakah mereka tahu kalau yang dimilikinya sekarang hanyalah sebuah titipan yang harus ia pertanggung jawabkan dikehidupan yang berikutnya? ataukah mereka berbohong karena terlena oleh kenikmatan yang dia miliki sekarang. Semuanya itu hanya dia yang bisa menjawabnya sebab ia sendiri yang mengetahuinya.
Beberapa persoalan dan pertanyaan muncul seiring jalannya kehidupan. Kebanyakan pertanyaan tersebut menggambarkan akan ketidakpuasan yang ada dalam dirinya, bahkan mengeluarkan celaan – celaan kepada Tuhannya sendiri. Dasar manusia tidak pernah mau sadar, yang bisa dilakukan hanya menyalahkan tidak mau disalahkan. Mungkin itu salah satu alasan mengapa diciptakannya surga dan neraka.
Saat mereka diatas awan, mereka lupa akan daratan tapi saat mereka di daratan mereka selalu mengingat di atas awan. Dalamnya lautan tak sebanding dengan dalamnya hati manusia. Bahkan mereka tidak tahu dalamnya hati mereka sendiri. Mereka hanyalah sebuah pasir yang tertiup oleh angin, kemana angin berhembus disitulah mereka berada.
Hidup itu memang berliku – liku, penuh dengan misteri yang sangat sulit tuk dipecahkan. Hingga orang sempat berpikir kenapa kehidupan harus dijalani dan kenapa harus diciptakan.
Hidup ini tidaklah abadi, suatu saat ada hidup yang abadi yaitu saat kamu dipertemukan sama Sang Rabb. Yang harus kamu pertanyakan adalah apakah kamu, seorang hamba yang hina sudah punya cukup bekal untuk bertemu dengan-Nya. Apa yang kamu bawa? Harta yang kamu punya, kedudukan&kepintaran yang slalu kamu banggakan tidak akan ada artinya&tidak akan menolongmu, hanya IBADAH yang bisa menyelamatkanmu. Sekarang persiapkan dirimu, jangan sampai menyesal karena sesungguhnya kamu tidak punya waktu lagi.


www.kumpulanrenunganmalam.blogspot.com